Formulir Data Pemberi Tugas / Klien

          "Mas, saya punya tanah panjang 13 m lebar 5 m, rencana saya mau di bikin 3 kamar tidur, di kamar utamanya ada kamar mandi di dalam, bikin kamar mandi, dapur, ruang makan dan ruang tamu ... matur nuwun" (Awal Jaya)

          "Bisa bantu saya buatkan denah rumah 10 kali 9. Kamar utama + kamar mandi, kamar anak 2 buah, ruang keluarga, ruang tamu, dapur minimalis + kamar mandi, ruang kerja, terima kasih atas bantuannya" (Danis L - men)

          Demikianlah beberapa contoh pesan / surat melalui komen suatu Media Sosial On Line yang kami ikuti. Kami selalu menjawab, "Mohon isi Formulir Data. Dengan mengisi Formulir Data, kami akan mengetahui seluruh data-data yang kami butuhkan dalam men desain rumah Anda, silahkan Klik : http:/www.sketsarumah.com/p/formulir-data.html "

          Tetapi sering yang kami alami adalah, tidak ada respon dari Calon Pemberi Tugas (Klien) dan kami tidak menerima formulir yang sudah diisi tersebut dari mereka. Ini mengapa ? Perlu kami tegaskan di sini adalah :

CALON KLIEN TIDAK DIBEBANI KEWAJIBAN BERUPA IMBALAN JASA APAPUN YANG HARUS DIBERIKAN KEPADA KAMI DENGAN MENGISI FORMULIR TERSEBUT. 

Formulir tersebut hanyalah fasilitas pencatat data yang dibutuhkan kami dalam men desain rumah klien.Dan, kami tegaskan juga bahwa,

FORMULIR DATA BUKANLAH SURAT PERJANJIAN KONTRAK KERJA 
DENGAN PIHAK KAMI.

Bahkan, dengan data-data yang nanti Calon Klien isi tersebut akan menjadi acuan kami dalam men desain DENAH rumah Calon Klien kami tersebut. Dimana, desain DENAH rumah tersebut kami berikan CUMA-CUMA alias GRATIS. Nah lho ! Iya betul GRATIS alias BEBAS BIAYA IMBALAN JASA.



          Atas latar belakang inilah, kami juga akan mencoba menjelaskan poin-poin yang ada di dalam Formulir Data tersebut. Dengan penjelasan ini kami harapkan Calon Klien akan mengerti apa yang harus diisi di dalam formulir tersebut. Karena, terkadang ada istilah-istilah Arsitektur dalam formulir tersebut yang mungkin kurang dimengerti oleh Calon Klien. Dan dengan makin akuratnya
isian, makin akurat pula data yang mengakibatkan makin sesuai pula desain rumah yang kami buat dengan keinginan dan idaman Klien.

Baik, sekarang kami jelaskan ;

1. Nama Adalah Nama Lengkap sesuai dengan Nama di Kartu Tanda Penduduk Calon Klien

2. Alamat (alamat lengkap/ alamat POS)
Adalah alamat lengkap Calon Klien yang bisa di capai oleh PT POS Indonesia.Dengan alamat inilah kami akan mengirim hasil desain rumah dalam bentuk hard copy (kertas) dan mengirim surat-surat / dokumen yang dibutuhkan dalam proses desain rumah seperti Surat Perjanjian, dan sebagainya.
Jika perlu dan dibutuhkan bila Alamat yang tercantum di Kartu Tanda Penduduk berlainan, silahkan juga memberi informasi Alamat yang sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk Anda.

3. Nomor Telepon (Rumah dan HP, yang digunakan untuk proses konsultasi)
Sudah jelas.

4. Alamat Email dan Yahoo Messenger (alamat email valis dan YM yang akan digunakan dalam proses interaksi dengan sketsarumah.com)
Sudah jelas.

5. Alamat Facebook (jika ada)
Misalnya : http://www.facebook.com/rachmadit

6. Jasa Yang diinginkan :

LINGKUP PEKERJAAN POKOK :

  • Tahap Konsepsi dan Perancangan
Pada tahap ini produk desain (hasil karya) ada 2 macam :

1. Gambar 3 D
Gambar yang disajikan adalah gambar 3 dimensi yang menunjukkan :

  • Gambaran yang cukup jelas tentang pola pembagian ruangan-ruangan.
  • Bentuk bangunan.
  • Menunjukkan posisi bangunan rumah dalam lahannya.
  • Menunjukkan hubungan bangunan rumah dengan penghijauan, titik pohon, titik penerangan dan kontur tanah.
  • Menunjukkan posisi dan nama ruangan pada denah bangunan rumah.
  • Menunjukkan perbedaan tinggi lantai.
  • Menunjukkan penampilan bahan-bahan bangunan yang digunakan.
  • Menunjukkan bayang-bayang bangunan.
  • Menunjukkan garis besar sistem struktur bangunan.
  • dan sebagainya jika ada.
 Untuk lebih detail contoh Gambar 3 D ini silahkan KLIK di sini 

2. Laporan Tulisan
Yaitu tulisan mengenai tujuan perancangan dan pemikiran-pemikiran tentang latar belakang yang mencakup semua segi dari proyek tersebut dan yang mengantarkan Arsitek pada gagasan tersebut. Laporan tulisan ini terdiri dari:
  • Pemilihan konsep bangunan
  • Pemilihan sistem struktur bangunan
  • Pemilihan mekanikal dan elektrikal yang digunakan dalam bangunan.
Untuk lebih detail contoh Laporan Tulisan (dalam bentuk surat kepada klien) silahkan KLIK di sini

  • Tahap Rancangan Pelaksanaan
Dalam tahap ini menunjukkan hal-hal yang lebih rinci yaitu :
  • Menyatakan semua bahan-bahan bangunan yang akan digunakan.
  • Menentukan semua ukuran-ukuran dalam bangunan.
  • Menetapkan semua peralatan yang akan digunakan dan sudah terintegrasi dengan baik dalam bangunan.
Secara garis besar produk dalam tahap ini sudah dapat digunakan sebagai dasar pelaksanaan pekerjaa konstruksi fisik.
Secara terinci, produk dalam tahap ini ialah gambar-gambar yang menjelaskan mengenai :

1. Rencana tapak (site plan)
Yang menunjukkan hubungan denah lantai dasar terhadap tapaknya. Dalam gambar tersebut sudah dijelaskan ketinggian lantai tiap ruangan, tinggi tanah diluar bangunan, tinggi pengerasan dan bahan bangunan yang digunakan dalam rencana tapak.

2. Denah
Yang menunjukkan tiap lantai dimana semua titik acuan sudah tertentu koordinatnya dihubungkan dengan rencana tapak. Pada gambar denah sudah dijelaskan ukuran-ukuran, ketinggian peil lantai tiap ruangan dan bahan-bahan yang digunakan.

3. Tampak
Yang menunjukkan pandangan kearah bangunan rumah dari empat sisi.

4. Potongan
Yaitu potongan melintang dan memanjang yang menunjukkan ketinggian langit-langit pada setiap lantai, ketinggian bangunan secara keseluruhan, ketinggian tiap anak tangga, tinggi ambang jendela, tinggi pintu dan sebagainya. Apabila diperlukan gambar potongan dapat dibuat beberapa buah agar semua informasi tentang bangunan dapat disajikan sejelas mungkin.

Setelah diperiksa dan disetujui oleh Pemberi Tugas, hasil perancangan pelaksanaan ini dianggap sebagai Rancangan Tetap dan digunakan oleh Arsitek sebagai dasar untuk mulai tahap selanjutnya.

Untuk lebih detailnya tentang tahap ini silahkan KLIK di sini

  • Tahap Pembuatan Dokumen Pelaksanaan / Gambar Kerja
Pada tahap ini Arsitek menterjemahkan rancangan tetap ke dalam gambar-gambar yang rinci secara tersendiri dan keseluruhan dapat mendukung proses pemilihan pemborong, pelaksanaan pembangunan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan.

Gambar-gambar kerja terdiri dari:

1. Gambar RENCANA PONDASI
2. Gambar DETAIL PONDASI
3. Gambar RENCANA BALOK (BEAM) kalau rumah tersebut lebih dari satu lantai.
4. Gambar RENCANA ATAP
5. Gambar DETAIL ATAP jika dibutuhkan.
6. Gambar RENCANA KUSEN PINTU dan JENDELA yang jumlahnya sesuai banyaknya lantai bangunan.
7. Gambar DETAIL PINTU yang jumlahnya sesuai banyaknya tipe pintu yang didesain.
8. Gambar DETAIL JENDELA yang jumlahnya sesuai banyaknya tipe jendela yang didesain.
9. Gambar RENCANA INSTALASI LISTRIK
10. Gambar RENCANA INSTALASI AIR BERSIH
11. Gambar RENCANA INSTALASI AIR KOTOR
12. Gambar DETAIL KAMAR MANDI & WC
13. Gambar DETAIL DAPUR.
14. Gambar DETAIL ARSITEKTURAL yang dibutuhkan.

Untuk lebih detailnya tentang tahap ini silahkan KLIK di sini


LINGKUP PEKERJAAN PELENGKAP

Lingkup Pekerjaan Pelengkap meliputi tugas-tugas yang mungkin diperlukan untuk mendukung Pekerjaan Pokok, seperti :

a. Pengumpulan data-data yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan pengolahan informasi pada tahap perancangan. 
Apabila data-data dan informasi yang dibutuhkan tidak dapat disediakan oleh Pemberi Tugas dan Arsitek diminta untuk melakukan kegiatan pengumpulan data, maka hal ini perlu ditempuh melalui suatu penugasan tersendiri.

b. Pelaksanaan pengukuran dan pemetaan lahan.
Pengukuran dan pemetaan lahan dibutuhkan jika bentuk lahan tidak beraturan dan mempunyai kontur tanah (kemiringan) yang ekstrim atau tidak beraturan. Dan data ini belum dimiliki oleh Pemberi Tugas.

c. Pelaksanaan penyelidikan mekanika tanah dan sumber air tanah.
Pelaksanaan penyelidikan mekanika tanah dan sumber air tanah dibutuhkan jika belum diketahui perkiraan secara jelas kondisi mekanika tanah untuk menentukan jenis pondasi bangunan rumah. Sedangkan sumber air adalah untuk mendapatkan titik sumber air yang pasti sebagai sarana penyediaan air bersih bagi pembangunan ataupun sarana rumah bila sudah dipakai. Hal ini dilakukan juga bila informasi titik air belum diketahui dan tidak ada alternatif sumber lain seperti PAM, dan sebagainya.

d. Pembuatan maket, gambar perspektif berwarna dengan kwalitas pameran atau animasi bangunan.
Sudah jelas.

Setiap Pekerjaan Pelengkap merupakan kegiatan tersendiri yang terpisah dari pekerjaan pokok. Biaya dan waktu pelaksanaan Pekerjaan Pelengkap diatur dalam penugasan tersendiri yang disetujui oleh Arsitek dan Pemberi Tugas.


7. Maksud dan Tujuan Proyek Rumah
 Adalah Tema dari Tujuan Proyek Rumah, misalnya
  • Rumah tempat berkumpul kerabat keluarga ketika Hari Raya Iedul Fitri
  • Rumah Singgah / Peristirahatan / Villa
  • Rumah Tinggal Keluarga dan Tempat Kerja
  • Rumah Tinggal Keluarga dan Toko
  • Rumah Tinggal Keluarga dan Galeri
  • Rumah Tinggal untuk Lajang
  • Rumah Tinggal dan Tempat Kursus
  • Rumah Tinggal dan Kos-kos an
Dan Lain Sebagainya bisa di jelaskan sesuai keinginan Calon Pemberi Tugas.


8. Kegiatan-kegiatan Khusus yang akan ditampung pada bangunan Rumah (selain kegiatan-kegiatan sehari-hari umumnya keluarga Indonesia) :

  • Di dalam Rumah :
Misalnya, sering mengadakan arisan atau sering ada pertemuan Rukun Tetangga, dan lain-lain

  • Di luar Rumah :
Misalnya, berkebun tanaman herbal sebagai usaha sampingan atau butuh area latihan beladiri karena calon penghuni seorang atlet beladiri, dan lain-lain


9. Kebutuhan Ruang :
  • Ruang Tamu : ya / tidak
  • Kamar Tidur Utama : ya / tidak
  • Kamar Tidur Anak : ya / tidak, sebanyak :           ( kamar)
  • Kamar Tidur Tamu : ya / tidak
  • Ruang Keluarga : ya / tidak 
  • Ruang Makan : ya / tidak
  • Ruang Perpustakaan : ya / tidak
  • Ruang Kerja : ya / tidak
  • Kamar Mandi di dalam Kamar Tidur : ya / tidak, sebanyak :          ( kamar)
  • Kamar Mandi di luar Kamar Tidur : ya / tidak, sebanyak :           ( kamar)
  • Teras Ruang Tamu : ya / tidak
  • Teras Ruang Keluarga : ya / tidak
  • Teras Ruang Makan : ya / tidak
  • Taman di dalam : ya / tidak
  • Taman di atap : ya / tidak
  • Dapur basah : ya / tidak
  • Dapur kering (Pantry) : ya / tidak
  • Gudang : ya / tidak
  • Kamar Tidur Pembantu : ya / tidak, sebanyak :           ( kamar)
  • Kamar Mandi Pembantu : ya / tidak
  • Ruang Cuci : ya / tidak
  • Ruang Jemur : ya / tidak
  • Ruang Setrika : ya / tidak
  • Garasi Mobil : ya / tidak, untuk :           (mobil)
  • Garasi (area) Sepeda Motor : ya / tidak, untuk :           (sepeda motor)
  • Garasi (area) Sepeda : ya / tidak, untuk :           (sepeda)
  • Sumur : ya / tidak
  • Ruang lainnya (isi kalau ada) :
Sudah jelas.


10. Data Situasi Tapak dan keadaan Lahan :

  • Ukuran Tapak (lebar muka x lebar samping) :
Adalah ukuran tapak yang berbentuk empat persegi panjang. Tidak ada garis miring. Semua sudut siku-siku. Adapun jika ada tapak yang bentuknya tidak beraturan harus dikirim dalam bentuk sketsa lalu di scanner, hasilnya mohon dikirim ke email kami.
Juga kalau ada informasi GSB (Garis Sempadan Bangunan). Apa itu GSB ? silahkan KLIK di sini.

  •  Luas Tapak (kira-kira) :           m2
Sudah jelas.

  • Arah mata angin : tapak menghadap ke
Ini berfungsi untuk mengetahui arah matahari terbit (Timur). Informasi ini sangat penting dalam merancang arah bukaan-bukaan jendela dan letak-letak ruang yang sangat butuh kepada cahaya matahari pagi.

  • Kemiringan Kontur Tapak kira-kira :           derajat
Data ini dibutuhkan jika kontur (kemiringan permukaan tanah) tidak beraturan atau kemiringannya ekstrim.Karena jika ini terjadi akan mempengaruhi dalam desain rumah. Apakah lantainya terjadi perbedaan menyesuaikan kontur ataukah tetap mendatar.

  • Perletakan Septic Tank pada Tapak yang dianjurkan Lingkungan :
Hal ini diperlukan agar adanya penyesuaian dengan lingkungan tetangga. Karena jarak minimal antara septic tank dam sumber air adalah  minimal 10 m. Jika tidak ada musyawarah antar warga dalam masalah ini, bisa terjadi septic tank diletakkan di belakang sedangkan tetangga menetapkan sumber air di belakang juga berdekatan dengan septic tank tersebut. Keadaan ini akan bisa mencemarkan air tetangga.

  • Pohon atau tanaman yang ada pada Tapak (kami anjurkan untuk dipertahankan dan dicantumkan dalam gambar lampiran) :
Karena untuk menanam pohon sampai besar bukanlah dengan waktu yang cepat. Perlu dipertahankan pohon yang masih ada sejauh masih bagus untuk perletakan rumah pada lahan. Tentu juga bisa sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan hidup.
 
  • View (pandangan) dari arah Tapak yang bagus ke arah :
Hal ini dibutuhkan untuk men desain rumah dengan bukaan view ke arah view yang bagus.

  • Gambar Lampiran Tapak dan Foto-foto Lingkungan sekitar tapak mohon kirim ke email rachmaditriatmojo@yahoo.com
Sudah jelas.


11. Bahan Bangunan (bahan bangunan khusus yang diinginkan atau yang menjadi kekhususan daerah setempat) :
Misalnya, di daerah Kalimantan terkenal dengan kayunya, di daerah Jogja khususnya Muntilan terkenal dengan batu alamnya, dan sebagainya. Perlu diketahui memakai bahan bangunan yang menjadi kekhususan suatu daerah setempat tentu menghemat energi, karena tidak perlu biaya transportasi yang terlalu boros dalam mendatangkannya.

12. Bahan Bangunan Daur Ulang (bekas) yang dimiliki (kalau ada harap menyertakan foto dan ukurannya) :
Misalnya, Calon klien akan membongkar rumah lamanya sehingga ada beberapa bahan bangunan yang bisa dimanfaatkan kembali seperti kusen pintu dan jendela, dan lain-lain. Atau, calon klien sudah punya tabungan bahan bangunan yang dalam kebiasaan orang Jawa orang tua menabung kusen untuk anak-anaknya, dan sebagainya.
Hal ini termasuk salah satu cara dalam mengaplikasikan Arsitektur Hijau (Green Architecture) yaitu Arsitektur yang Ramah Lingkungan.

13. Proses Pembangunan : langsung / bertahap (rumah tumbuh)
Informasi ini sangat dibutuhkan dalam mendesain rumah, karena bila pembangunan rumah langsung jadi maka tidak ada masalah. Tetapi, jika pembangunan yang akan dilaksanakan adalah bertahap (rumah tumbuh) maka desain rumah yang diwujudkan harus memperhatikan tahapan ini. Bagaimana jika rumah dibangun dalam tahap pertama, tetap bisa dihuni sampai pada masa tahap pembangunan berikutnya. Hal ini akan mempengaruhi dalam perencanaan struktur konstruksi bangunan rumah dan perencanaan ruang-ruang yang prioritas dibangun terlebih dahulu.

14. Anggaran Biaya : Rp.                                              ,-
Anggaran biaya adalah masalah yang cukup sensitif. Biasa yang kami temui adalah, klien tidak mau berterus terang terhadap masalah ini.
Bagi kami tidak mengapa, sejauh klien menyetujui denah rumah dengan perhitungan luasnya maka kami sudah bisa mengira-ngira ketersediaan dana klien. Hanya saja, jika calon klien berterus terang maka itu lebih baik bagi kami untuk men desain rumah yang sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia bagi calon klien.
Terkadang juga kami jumpai calon klien menulis anggaran biaya, hanya nilainya sangat jauh lebih kecil dengan apa yang dia setujui tentang denah rumah yang kami ajukan.

Terlepas dari itu semua, bagi kami tidak masalah bila hal ini tidak transparan. Kami sebagai Arsitek sesuai di dalam ketentuan-ketentuan kode etik arsitek harus menganggap Klien berada di pihaknya dan selalu men desain se efisien dan se efektif mungkin.
Dan Kami sebagai Arsitek akan selalu di pihak Klien dan memberi masukan-masukan sebagai pertimbangan Klien dalam bernegosiasi kepada pihak jasa pelaksana atau kontraktor.

15. Waktu yang tersedia (waktu sebelum target mulai pembangunan) :
Jika waktu target dimulainya pembangunan rumah diketahui maka, kami dapat memprediksi kapan harus diselesaikan gambar-gambar desain lengkap sebagai acuan dalam pembangunan rumah. Hal ini akan memudahkan kami dalam mengatur (manage) pekerjaan kami dan apa yang diinginkan Klien pun sesuai target.


16. Informasi lainnya berkenaan dengan :

  • Pembangunan Rumah :
Misalnya, pembangunan rumah sebagian menggunakan sistem gotong royong masyarakat setempat, dan sebagainya

  • Penggunaan Rumah :
Misalnya, akan ada alih fungsi bangunan rumah dari rumah tinggal keluarga menjadi rumah kos-kosan, dan yang lainnya.


17. Lain – lain :
Poin ini diisi jika ada masalah-masalah lain yang tidak terdapat di dalam Formulir Data ini.

sketsarumah.com